Ketua DPRD Way Kanan Apresiasi Jaringan Media Online Ungkap Dana Macet


Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Way Kanan Apresiasi terhadap Jaringan Media Online ( JAMO) yang mengungkapkan Macetnya Dana Bantuan Sosial (Bansos) APBN 2015 sebesar Rp.45 miliar Yang dikucurkan oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Perkebunan Provinsi Lampung kepada kelompok Tani yang tergabung dalam KPTR Raja Pemuka Manis Waykanan.
Hal tersebut diungkapkan Nikman Ketua DPRD Waykanan saat Tim Jaringan Media Online (Jamo) bersilaturahmi ke kantor DPRD Waykanan Rabu (7/3) kemarin.
Dikatakan Nikman dirinya mengapresiasi dari Tim JAMO yang mengungkapkan dana Bansos macet, karena terus terang selama ini dirinya tidak tau sama sekali kalau dana PMUK/KPTR dan Bansos macet, pikirannya lancer-lancar saja.
Terkait dengan dua anggota nya yang berinisial A dan E terlibat, dirinya akan meminta keterangan melalui badan kehormatan DPRD. Kalau kedua nya dinyatakan bersalah jelas akan diambil tindakan tegas.
“Rekan –rekan Tim JAMO saya berharap bersabar, nanti akan saya jelaskan ketika saya bertemu dengan dua anggota dewan tersebut, “ungkap Nikman.
Tidak sekadar ketemu dengan Ketua DPRD, Tim JAMO pun sebelumnya ketemu dengan salah satu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Waykanan Sutijono,Sp. Dalam keterangannya mengatakan bahwa dengan adanya informasi macetnya Bansos dan PMUK/KPTR tidak tau sama sekali. Tetapi untuk mendapatkan kucuran tersebut Perkebunan Waykanan hanya mengusulkan, tetapi untuk menentukan siapa bakal mendapatkan dana tersebut ditentukan Dinas Perkebunan Provinsi.
Dinas Perkebunan Lampung yang diwakili oleh Kabid Produksi Desti Arisandi mengatakan bahwa selama ini menurut keterangan penyidik Kejaksaan bahwa para petani sudah melakukan pembayaran kepada para Pembina.
Tetapi para petani itu sudah dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terkait macetnya Bansos dan PUMK/KPTR. Tetapi para petani tersebut masih dalam tahap penyeledikan belum dinaikkan status menjadi penyidikan.

Pengunjung